57 Siswa Titipan di SMA 10 Bekasi Masuk ke Sekolah Terbuka

Metro, Bekasi - Sebanyak 57 dari 72 pelajar yang ditolak Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 10 Kota Bekasi memutuskan untuk belajar di SMA 10 Terbuka. "Aktivitas belajar mengajar sudah dimulai hari ini," kata Gusti Fanni Plonto, juru bicara orang tua siswa, Kamis, 10 Agustus 2017.

Fanni mengatakan, keputusan itu diambil agar anak-anak itu bisa segera belajar. Sebab sejak mereka “didepak” dari SMA 10, otomatis siswa-siswa itu sama sekali tidak mendapat materi pelajaran. "Dari pada tidak sekolah," kata dia.

Menurut Fanni, mayoritas orang tua siswa setuju karena SMA 10 Terbuka masih menginduk pada SMA Negeri 10 regular. Artinya, ijazah dan aturan administrasi dikeluarkan oleh sekolah induk. "Termasuk pengajar juga dari sekolah induk," kata Fanni.

Baca: 72 Siswa SMA 10 Bekasi Terlantar, Masuk Sekolah tapi Tak Belajar

Kegiatan belajar mengajar siswa-siswa SMA 10 Terbuka, kata Fanni, digelar di  SMK Yaperti yang jaraknya sekitar 500 meter dari SMA Negeri 10. Adapun, 15 pelajar lainnya, sebagian memilih masuk ke sekolah swasta karena ingin belajar secara regular. Sebagian lagi belum mengambil keputusan karena masih berharap diterima di SMA SMA Negeri 10. "Kalau yang ke swasta tidak banyak, enggak sampai 10 siswa," kata Fanni.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi Ali Fauzi mengatakan, berdasarkan aturan, SMA Terbuka yang berinduk ke SMA Negeri 10 baru dimulai September mendatang. Namun, karena mendesak akhirnya kegiatan belajar diselenggarakan lebih awal. Mengingat sebentar lagi masuk massa Ujian Tengah Semester (UTS). "Lokasi sementara menumpang di sekolah swasta, sambil mencari lokasi tetap," kata dia.

ADI WARSONO

 

 

expand_less